Rabu, 02 Maret 2011

Soal Koalisi, Pidato SBY Tak Tegas
Penulis: Hindra Liu | Editor: Latief
Rabu, 2 Maret 2011 | 17:40 WIB
Dibaca: 421
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait keberlanjutan koalisi dinilai tidak tegas. Pasalnya, Presiden tak menunjuk langsung partai politik anggota Sekretariat Gabungan Parpol Pendukung Pemerintah yang dikatakan melanggar kesepakatan koalisi.
Demikian disampaikan secara terpisah oleh pengamat politik Ikrar Nusa Bakti dan Burhanuddin Muhtadi kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (2/3/2011).
"Seharusnya Presiden mengatakan, 'Kalau Anda tetap membandel, membangkang, ya jangan salahkan saya jika Anda saya keluarkan dari kabinet'," kata Ikrar.
"(Pidato Presiden) tidak menunjuk secara tegas partai mana yang melanggar. Selain itu, sanksinya juga tidak disebutkan, apakah dalam bentuk reshuffle secara keseluruhan atau pengurangan jatah menteri. Deadline sanksi juga tidak disebutkan. Presiden hanya mengatakan akan berkomunikasi dengan pimpinan parpol," kata Burhanuddin.
Bagi Ikrar, Presiden terlihat senang menggunakan media massa untuk mengancam pimpinan parpol yang dinilai membangkang. Alih-alih menggunakan media, kata Ikrar, jauh lebih efektif jika Presiden memanggil para pimpinan parpol pendukung pemerintah.
"Sebagai pimpinan Setgab, Presiden seharusnya dapat duduk bersama dengan pimpinan parpol anggota koalisi. Ini jauh lebih elegan dan lebih direct ketimbang ancaman di media massa," katanya.
Sementara itu, bagi Burhan, Presiden ingin menyampaikan pesan tertentu melalui pidatonya yang disiarkan langsung televisi.
"Presiden ingin mencoba mengesankan di depan publik, kalaupun terjadi reshuffle, itu bukan tekanan dari berbagai macam pihak, melainkan inisiatif yang diambil sendiri dengan melihat kondisi koalisi yang tidak solid," katanya.
Kenapa Prabowo Merapat ke SBY?
Penulis: Hindra Liu | Editor: Latief
Rabu, 2 Maret 2011 | 17:21 WIB
Dibaca: 3115
JAKARTA, KOMPAS.com — Hubungan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan Partai Demokrat dinilai semakin harmonis. Terakhir, Gerindra, yang selama ini terdengar vokal terhadap kebijakan pemerintah, kini mendukung Partai Demokrat yang menentang usulan pembentukan panitia khusus hak angket pajak.
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pemimpin Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat ini memang tengah berusaha mencari simpati dari Demokrat dan Presiden SBY.
"Ini terkait dengan pencapresan dia (Prabowo) pada 2014. SBY tidak bisa mencalonkan diri kembali karena kendala konstitusi dan Demokrat belum memiliki capres definitif pada 2014," kata Burhanuddin kepada Kompas.com, Rabu (2/3/2011).
"Pada saat yang sama, dan ini saya kira jauh lebih urgent, Gerindra membutuhkan dukungan Demokrat agar parliamentary threshold tidak naik sampai 5 persen. Parliamentary threshold memungkinkan Gerindra tetap survive, saat ini pembahasannya sedang digodok di DPR," kata Burhanuddin.
Tak hanya itu, Burhanuddin juga memperkirakan Gerindra tengah mendekati Demokrat agar mau mengurangi presidential threshold di bawah 20 persen. Pada Pemilu 2009, pasangan calon presiden dan wakil presiden yang maju harus didukung parpol atau gabungan parpol yang memperoleh suara di parlemen sebanyak 20 persen.
Burhanuddin, yang juga alumnus Australian National University ini, mengatakan, peluang bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintahan cukup terbuka lebar. Hanya saja, alasan bergabungnya Gerindra ke koalisi menunggu sikap Golkar dan PKS.
Ia mengatakan, masuknya Gerindra ke koalisi pemerintah tidak akan menimbulkan resistensi dari parpol yang selama ini setia mendukung pemerintahan SBY.
"Saya kira resisten kecil. Justru, kalau misalnya Golkar dan PKS diceraikan, Gerindra bisa dianggap sebagai penyelamat. Konteks masuknya Gerindra adalah bagian dari usaha untuk mengamankan kebijakan pemerintah di DPR. Meski jumlah kursinya hanya 5 persen, tapi dalam pertarungan yang sangat ketat suara Gerindra dapat membantu," katanya.

MATEMATIKA


Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.
Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting". Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan."
Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis telah menjadi kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen. Matematika selalu berkembang, misalnya di Cina pada tahun 300SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.
Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian. Kata "matematika" berasal dari bahasa Yunani Kuno μάθημα (máthēma), yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu, yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi "pengkajian matematika", bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah μαθηματικός (mathēmatikós), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus, μαθηματικὴ τέχνη (mathēmatikḗ tékhnē), di dalam bahasa Latin ars mathematica, berarti seni matematika

Selasa, 22 Februari 2011

Cara Negeri Singa Menggaet Pasien

Selasa, 22 Februari 2011 | 10:06 WIB
Kompas/Sri Rejeki
Senior Vice President Singapore Medical Group (SMG) Dr Saw Chit Aung memperlihatkan suasana ruang kemoterapi di Pusat Kanker yang dimiliki SMG, pertengahan Januari 2011. Pasien dibuat senyaman mungkin sebelum, selama, dan sesudah menjalani kemoterapi untuk mengatasi penyakit kankernya.
Suasana di The Cancer Centre yang menjadi salah satu layanan dari Singapore Medical Group terlihat nyaman. Dengan desain interior yang minimalis namun anggun, ruang tunggu klinik terapi kanker itu terasa cozy layaknya suasana kafe. Pusat layanan kasus kanker ini tampak berupaya untuk membuat pasien yang datang tidak merasa seperti akan masuk ke ”ruang jagal”.
Masuk ke ruang kemoterapi, tampak lukisan penggembala tengah menunggang kerbau dengan gaya lukisan kekanak-kanakan. Ini masih dilengkapi dengan perangkat personal computer Macintosh yang dapat dimanfaatkan pasien untuk berselancar di dunia maya atau menikmati acara hiburan sebelum menjalani terapi. Terdapat pula ruang tunggu pasien dan keluarganya yang didesain senyaman mungkin. Suasana yang tegang dan kaku seakan coba dicairkan dengan berbagai pendekatan oleh SMG yang berpusat di Paragon Medical di kawasan Orchard, Singapura.
Pertengahan Januari lalu, sejumlah jurnalis dari Indonesia diundang untuk melihat langsung layanan klinik medis SMG yang kini berusia 5 tahun dan memiliki 19 klinik cabang dan partner yang beroperasi di Singapura, Filipina (Manila, Alabang, dan Angeles City), Indonesia (Medan), dan Mongolia (Ulan Bator). Sebanyak 75 persen pasien rumah sakit dan klinik di Singapura adalah warga lokal, sisanya pasien asing, termasuk dari Indonesia yang merupakan pasien asing terbanyak bersama Malaysia, masing-masing 10 persen dari total pasien asing.
Bagi SMG yang 35 persen pasiennya orang asing, pasien dari Indonesia cukup potensial karena mencakup 14 persen total pasien asing yang datang, kedua terbesar setelah pasien asal Malaysia sebesar 17 persen. Kasus pasien asal Indonesia di SMG sebagian besar adalah gangguan mata (13-27 persen), estetika (9-16 persen), dan kanker (10-25 persen).
Pasien favorit
Chief Executive Officer SMG Dr Cheryl Baumann bahkan mengatakan, orang Indonesia yang datang ke Singapura bagaikan pulang ke rumah kedua. Kedua negara tidak hanya punya hubungan ekonomi dan perdagangan, tetapi juga secara sosial dan kebudayaan.
Menurut Senior Vice President SMG Dr Saw Chit Aung, pihaknya mengurus proses pasien yang ingin berobat hingga ke hal-hal kecil sejak tiba di bandara hingga kepulangan, termasuk acara hiburan (leisure) selama di Singapura.
Direktur Medis Singapore Lipo, Body, and Face Centre SMG Dr Kevin Teh bercerita, ia paling senang menerima pasien dari Indonesia. Pasalnya, jika pasien merasa puas, tidak lama teman-teman si pasien akan datang berbondong-bondong meminta layanan yang sama. Kebanyakan mereka datang untuk sedot lemak di perut dengan pendekatan liposelection dengan tarif mulai dari 1.450 dollar Singapura per bagian tubuh.
”Favorit saya pasien dari Indonesia. Kalau mereka puas, teman-temannya datang semua,” kata Kevin Teh.
Potensi pasien asing, baik yang tinggal di Singapura maupun yang sengaja datang untuk berobat, digarap dengan serius. Layanan kesehatan di sana telah berkembang menjadi turisme kesehatan yang menyumbang pendapatan 1,1 miliar dollar AS pada tahun 2007 dengan raupan pasien asing 460.000 orang, berdasarkan laporan Asian Medical Tourism (2008-2012) oleh lembaga riset dan analisis internasional RNCOS dan Council for Korean Medicine Overseas Promotion (CKMP).
Dalam laporan itu, Singapura menempati peringkat kedua (16 persen) setelah Thailand yang meraup 1,54 juta pasien asing, tetapi dengan pendapatan tidak terpaut jauh dengan Singapura, yakni 1,2 miliar dollar AS. Negara Asia lain yang menikmati kue ini adalah Malaysia (12 persen), India (9 persen), Filipina (9 persen), dan Korea Selatan (1 persen).
Daya tarik Thailand adalah ongkos pengobatan yang relatif lebih rendah dibandingkan negara tujuan turisme kesehatan lainnya di Asia, ditambah pesona pantai-pantainya. Singapura, meski menerapkan biaya pengobatan lebih tinggi, unggul dalam infrastruktur dan tenaga ahli yang dalam beberapa kasus bahkan dipandang lebih mumpuni ketimbang di negara Barat.
Total pendapatan yang diraih Asia (enam negara) sebesar 3,4 miliar dollar AS atau 12,7 persen pendapatan internasional dari pasien asing. Diperkirakan pada tahun 2012 pendapatan Asia dari sektor ini akan meningkat menjadi 7,5 miliar dollar AS atau 17,6 persen pendapatan internasional.
Dari data Singapore Tourism Board (STB), pada tahun 2008 Singapura berhasil menggaet 370.000 pasien internasional yang datang khusus untuk berobat. Mereka datang didampingi 230.000 orang. Selain itu, juga masih ada 45.000 orang yang datang secara insidental untuk tujuan lain, tetapi sekaligus mencari layanan kesehatan.
Total kedatangan 640.000 orang yang menyumbang pendapatan 1,9 miliar dollar AS bagi ”Negeri Singa” ini, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 571.000 orang dengan kontribusi pendapatan 1,7 miliar dollar AS.
Menariknya, seperti diungkapkan Asisten Manajer Healthcare Enrichment Division STB Lusiana Tjahyono, Singapura menggaet pasien internasional bukan semata untuk mengejar pendapatan, melainkan demi membangun sistem pelayanan kesehatan nasional yang lebih baik bagi warganya. Dengan penduduk hanya 5 juta orang (data pertengahan 2010), sangat sulit untuk mencapai kualitas yang diinginkan. Kedatangan pasien internasional menambah jumlah pasien yang harus dilayani sehingga bisa meningkatkan efisiensi biaya pengobatan.
Saw Chit Aung mengatakan, Pemerintah Singapura memberikan subsidi kesehatan bagi warga negara dan penduduk tetap (permanent resident), baik yang berobat di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Rumah sakit pemerintah jumlahnya 75 persen dari total jumlah rumah sakit.
Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia tampaknya belum banyak mengeksplorasi turisme kesehatan, termasuk memanfaatkannya untuk peningkatan sistem kesehatan nasional. Indonesia belum masuk daftar negara tujuan turisme kesehatan di Asia.
Justru pasien asal Indonesia menjadi pasar potensial yang digarap oleh negara lain. Catatan STB, tahun 2005-2009, Indonesia merupakan negara asal turis asing terbesar yang datang ke Singapura. Pada tahun 2009 jumlahnya mencapai 1,7 juta dari total 9,7 juta turis asing yang datang ke Singapura. Sektor turisme kesehatan menyumbang pendapatan keempat terbesar setelah belanja, akomodasi, dan makanan.
Dukungan pemerintah
Indonesia bukannya tidak mampu. Sebuah rumah sakit di Solo, Rumah Sakit Islam Surakarta Yarsis, sejak awal tahun 2009 bersama Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Kota Solo meluncurkan Solo Tourism and Health Club. Rumah sakit ini memiliki layanan terapi kanker bedah beku (cryosurgery) untuk penderita kanker stadium lanjut.
Terapi ini disebutkan dokter ahlinya, Darmawan Ismail, yang pertama di Indonesia dan belum terdapat di rumah sakit lain di Asia Tenggara. ”Namun, memang susah ya kalau jalan sendiri tanpa dukungan pemerintah. Kami sudah ikut pameran ke sejumlah negara, tapi karena stan kecil, kurang bisa menarik perhatian,” kata Darmawan.
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia Priyo Sidipratomo mengatakan, berpromosi soal layanan kesehatan tidak melanggar etika.
Dari aspek pariwisata, justru Indonesia seharusnya unggul karena memiliki Bali dan tempat eksotis lainnya. Sekarang tinggal kita mau memanfaatkannya atau tidak, dan yang lebih penting lagi, seperti yang dilakukan Singapura, mengejar turisme kesehatan tidak sekadar untuk menangguk pendapatan, tetapi juga untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi warga sendiri.

Memulai Transaksi Saham
Sebagai tahap awal, pemula harus mempunyai rekening di perusahaan sekuritas.
Selasa, 22/2/2011 | 05:31 WIB
KOMPAS.com - Bermain saham untuk pemula dapat dilakukan dengan berbagai tahap. Dimulai dengan belajar mengenai pengenalan saham atau valuasi saham yang sederhana. Pemula dapat membeli buku di toko buku tentang menilai perusahaan.

Pemula harus memulai dengan pendekatan fundamental saham walaupun ada metode lain yang dikenal dengan pendekatan teknikal. Banyak pihak yang memulai dari pengetahuan teknikal dan ada juga yang dari pendekatan fundamental. Saat ini, kalau investor pergi ke sekuritas, banyak orang membahas perusahaan hanya dari segi teknikal, bahkan iklan di surat kabar juga secara terang-terangan menggunakan teknikal, termasuk yang ada di televisi. Kedua pendekatan itu mempunyai keuntungan dan kelemahan masing-masing.

Apabila ingin bertransaksi saham, Anda harus melakukan beberapa tahapan walaupun memiliki atau tidak memiliki pengetahuan. Pertama, pemula harus mempunyai rekening di perusahaan sekuritas. Untuk itu, Anda harus membuka rekening pada perusahaan sekuritas. Pemula harus mendatangi perusahaan sekuritas. Tidak ada perusahaan sekuritas yang menolak investor untuk membuka rekening terkecuali faktor tertentu yang dimiliki investor atau pemain pemula saham tersebut.

Investor sebaiknya mencari sekuritas yang dekat dengan investor, baik tempat maupun variabel lain. Investor mempunyai teman pada sekuritas tersebut sehingga investor tidak sungkan menanyakan situasi pasar secara sederhana karena teman tersebut. Akibatnya proses belajar investor lebih cepat dan bisa melakukan transaksi seperti normalnya yang sudah berpengalaman.

Pada pembukaan rekening, investor harus menyerahkan fotokopi pengenal diri. Investor juga sebaiknya meminta kepada perusahaan sekuritas harus mendaftarkan rekeningnya di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Saat ini KSEI mempunyai program kepemilikan satu rekening untuk setiap investor. Nomor rekening yang dimiliki bisa dipergunakan kepada semua perusahaan sekuritas.

Uji tuntas dan setoran awal
Tahap kedua, perusahaan sekuritas melakukan uji tuntas atas isian yang dilakukan investor mengenai pembukaan rekening. Perusahaan sekuritas harus memastikan bahwa dana yang digunakan investor tidak merupakan dana untuk mencuci uang tersebut. Perusahaan sekuritas mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan uji tuntas tersebut. Investor tak perlu memaksa perusahaan sekuritas mengizinkan; investor bisa langsung melakukan transaksi saham dan sebaiknya mengikuti aturan yang ada.

Ketiga, melakukan setoran awal atas pembukaan rekening. Perusahaan sekuritas meminta sejumlah dana untuk pembukaan rekening tersebut. Dana ini merupakan kewajiban bagi investor dan hampir semua perusahaan sekuritas mewajibkannya. Besaran dana yang diminta perusahaan sekuritas sangat bervariasi, dari Rp 15 juta sampai dengan Rp 50 juta. Oleh karena itu, investor harus memastikan dana yang dimiliki supaya bisa memulai transaksi saham.

Sebaiknya, dana yang dimiliki tersebut tidak dibutuhkan secepatnya, misalnya membayar uang kuliah atau biaya hidup sehari-hari. Dana tersebut dapat dikatakan dana lebih yang tidak dibutuhkan secepatnya sehingga nafas bermain saham yang dimiliki investor bisa panjang. Artinya, apabila investor membeli saham dan kemudian harganya jatuh karena ketidaktahuan investor, investor tidak perlu pusing. Pasalnya, dana yang dimiliki tidak hilang, tetapi akan kembali apabila harga tersebut kembali naik, bahkan jauh lebih tinggi ketika harga saham dibeli.

Ada juga setoran awal membuka rekening koran dengan nilai yang lebih kecil, terutama investor yang ingin melakukan transaksi dengan online. Transaksi ini memang menyiapkan aturan yang sangat sederhana karena investor bisa membeli saham apabila ada dananya dalam rekening. Demikian juga investor bisa menjual saham apabila investor memiliki sahamnya. Penulis lebih menyarankan investor menggunakan rekening ini untuk bermain online karena investor lebih yakin untuk bermain saham dan tidak ada risiko yang dipikirkan investor.

Mulai bertransaksi
Kapan mulai bermain transaksi saham akan diinformasikan oleh pemasaran perusahaan sekuritas karena investor sudah memenuhi kewajiban, baik setoran awal maupun administrasi yang lain. Investor bisa langsung melakukan transaksi dengan saham yang telah diminati investor. Artinya, investor sudah melakukan analisis sebelumnya mengenai saham-saham yang akan dibeli.

Saham yang akan dibeli harus disesuaikan dengan dana yang dimiliki dan harga saham tersebut. Apabila investor membeli saham yang harganya cukup besar, akan membutuhkan dana cukup besar. Investor membeli saham, maka prospek perusahaan yang dibeli investor. Prospek perusahaan dimaksudkan adalah hasil yang dicapai perusahaan, baik dari segi pendapatan maupun image dan sebagainya. Salah memilih saham, investor harus menanggung kerugian apabila harga sahamnya mengalami penurunan. Sebaiknya investor memilih saham yang siklusnya sesuai dengan siklus ekonomi sehingga harga juga meningkat.

Investor yang belum pernah bermain saham sebaiknya memulai dengan membeli saham 1 lot sampai dengan 5 lot (1 lot > 500 saham). Jual beli dengan jumlah ini perlu dilakukan dengan waktu lebih panjang. Adapun yang dinginkan dengan melakukan pembelian 1 sampai 5 lot adalah untuk pembelajaran, terutama melatih jantung investor.

Naik turunnya harga saham merupakan volatilitas yang bisa memengaruhi jantung investor. Apabila sudah kuat jantungnya karena fluktuasi harga saham, investor bisa melakukan transaksi yang lebih besar. Investor yang sudah mempunyai pengalaman bisa melakukan transaksi normal yang dimiliki pemain lainnya.

Investor juga harus menyadari bahwa bermain saham mempunyai risiko, misalnya harga saham drop tajam. Bagaimana mendapatkan informasi agar investor menjual lebih dulu ketika harga saham akan turun dan selanjutnya membeli saham lebih dulu dari yang lain ketika harga saham mau naik.

Tewas Akibat Belum Turun, Bus Tancap Gas
Penulis: Adi Dwijayadi | Editor: yuli
Selasa, 22 Februari 2011 | 06:36 WIB

Ilustrasi: Sopir bus kota yang umumnya ugal-ugalan kembali makan korban.
JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap hari Rusmiyati (40) berjualan nasi uduk di depan rumah. Untuk membeli bahan bakunya, warga Jalan Pulonangka Barat RT 2 RW 16 Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur ini pergi ke Pasar Pedongkelan, Jakarta Utara.
"Biasanya tiap jam 04.00, kakak saya berangkat ke pasar naik motor sama suaminya, Baitullah," ucap Hamzah, adik Rusmiyati, saat ditemui di rumahnya, Senin (21/2/2011) .
Namun, kata Hamzah, kakaknya saat itu tidak naik motor ke pasar. Ia memilih naik bus karena motor satu-satunya di rumah itu harus dipakai suaminya untuk mengantar anak pertamanya, Umar, ke SMK Dinamika di Cakung, Jakarta Timur. "Soalnya hari Senin kan upacara sekolah. Biar nggak telat, motor dipakai untuk mengantar anaknya," ujar dia.
Seusai berbelanja kebutuhan dagang, Rusmiyati pulang dari Pasar Pedongkelan dengan menenteng 2 plastik di kedua tangannya. Kemudian, ia menumpang bus Mayasari Bhakti P 507 jurusan Tanah Abang-Pulogadung.
Ketika bus yang dikemudikan oleh Samosir itu sampai dekat sebuah pom bensin di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Utara (arah Cempaka Putih ke Pulogadung) sekitar pukul 05.30 WIB, Rusmiyati menyetop kendaraan. Bus warna hijau itu pun berhenti.
"Selagi kakak saya turun, bus tiba-tiba langsung tancap gas. Padahal, kakinya belum sampai menapak, sementara kedua tangan tidak menggapai pintu bus karena harus memegang barang belanjaan. Lalu, badan kakak saya terjatuh di aspal dan meninggal seketika," tutur Hamzah.
Hamzah mengatakan, posisi bus memang tidak menepi di pinggir jalan, melainkan agak ke tengah. Itu terlihat dari ceceran darah di aspal jalan.
"Yang jadi tanda tanya, di mana posisi kernet bus. Saya berpikir kakak saya turun dari pintu belakang. Soalnya, kalau dari pintu depan, sopir bus pasti tahu kakak saya ingin turun," ujar dia.
Setelah diberitahu oleh warga sekitar, keluarga korban bergegas menuju lokasi kejadian. Isak tangis mewarnai pagi buta itu. "Suami kakak saya sampai shock dan tidak mau berbicara kepada orang tak dikenal," ungkap Hamzah.
Jasad Rusmiyati dibawa ke kediaman. Wanita asli Jakarta ini meninggalkan dua anak laki-laki. Ia dimakamkan sekitar jam 12.30 di pekuburan warga. "Jenazah kakak saya dikubur habis Shalat Dzuhur," kata Eko, adik ipar Rusmiyati yang duduk di samping Hamzah.
Sementara itu, Hamzah mengaku pihak keluarga tidak ingin memperpanjang persoalan ke polisi. Keluarga hanya mau solusi damai dan diselesaikan secara kekeluargaan. "Ya namanya musibah. Kejadian itu bukan kesengajaan. Mungkin sopir juga ga tahu," katanya.
Bahkan, tambah Hamzah, ketika polisi mendatangi rumah mereka, mereka menolak tawaran polisi untuk menjalani otopsi di rumah sakit. Manajemen bus Mayasari Bhakti pun sudah datang ke rumah untuk menyatakan belasungkawa sekaligus memberikan santunan kepada keluarga almarhum Rusmiyati.
"Manajer bus yang bernama Kirno datang ke sini sebelum jam 12.00. Kedatangan pihak pengelola bus ke rumah kami dinilai sudah jadi bentuk tanggungjawab mereka," ucap dia.

Gagalnya Sistem Politik Khadafy
Editor: Egidius Patnistik
Selasa, 22 Februari 2011 | 08:17 WIB

Suasana di Benghazi, kota terbesar kedua di Libya, yang menjadi tempat pertama meletus protes anti-pemerintahan Khadafy
Oleh: Musthafa abd Rahman
Meletupnya aksi massa antirezim Moammar Khadafy di Libya, sepekan terakhir, menguak kegagalan sistem politik kerakyatan yang diperkenalkan Khadafy sejak Maret 1977. Berbagai pihak di kalangan pemerintahan Libya sama sekali tidak menyangka gerakan massa prodemokrasi begitu cepat menular dari Tunisia dan Mesir ke Libya.
Gerakan massa antirezim Khadafy meletup sejak Senin pekan lalu, yakni hanya beberapa hari setelah kemenangan revolusi rakyat di Mesir yang berhasil menumbangkan rezim Hosni Mubarak pada Jumat 11 Februari lalu.
Aksi unjuk rasa anti-Khadafy di kota Benghazi, yang terletak tak jauh dari perbatasan Mesir, cukup layak disebut terinspirasi oleh revolusi rakyat di Mesir saat ini. Libya secara historis tak terpisahkan dari perkembangan di Mesir. Khadafy, ketika melakukan kudeta terhadap Raja Idris tahun 1969, terinspirasi oleh aksi kudeta Gamal Abdel Nasser dan kawan-kawan terhadap Raja Farouk tahun 1952.
Otoritas Libya kini sangat mencemaskan kota-kota di bagian timur negeri itu yang tak jauh dari perbatasan dengan Mesir, seperti Benghazi, Tobruk, dan Bayda, terjangkit revolusi seperti di Mesir.
Bagi rakyat Libya, masalah ekonomi memang tidak seburuk yang dialami rakyat Mesir, Tunisia, Yaman, dan Aljazair. Namun, secara kehidupan politik, rakyat Libya bisa lebih buruk dibandingkan dengan rakyat Mesir, Yaman, dan Aljazair.
Sejauh ini gerakan anti-Khadafy memang lebih menggulirkan isu politik daripada ekonomi.
Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pemerintahan Khadafy memberikan konsesi terhadap tuntutan rakyatnya itu.
Khadafy pun tampak tidak mengindahkan komunike yang ditandatangani 213 tokoh Libya dari berbagai kalangan yang berasal dari aktivis politik, dokter, pengacara, pengusaha, wartawan, mantan duta besar, dosen, pegawai negeri, dan insinyur. Mereka menamakan sebagai korban perang Chad. Libya dan Chad pernah terlibat perang perbatasan pada tahun 1980-an.
Mereka menuntut hak rakyat Libya mengungkapkan pendapatnya melalui aksi unjuk rasa damai tanpa ada ancaman kekerasan dari rezim.
Mereka juga menuntut dilakukan peralihan kekuasaan secara damai di Libya dalam upaya membawa ke arah menjadi negara yang terbuka dan pluralis serta menganut sistem multipartai.
Ditegaskan pula, rakyat Libya bisa bergerak mengambil alih kekuasaan dengan cara turun ke jalan dalam upaya menentukan masa depan politik, sosial, dan ekonomi mereka.
Sebaliknya pemerintahan Khadafy sudah memberikan peringatan keras agar pemuda Libya tidak terpengaruh dan ikut-ikutan pemuda Tunisia dan Mesir. Rezim Khadafy pun mempersiapkan sedemikian rupa dengan mempersenjatai para anggota Komite Rakyat untuk menghadapi kemungkinan terjadinya aksi massa antirezim itu.
Gerakan Komite Rakyat adalah tulang punggung dan ujung tombak pertahanan rezim Khadafy. Komite Rakyat adalah semacam partai politik yang berkuasa di Libya. Konsep politik Khadafy tidak mengakui sistem partai politik yang dianggap pengkhianat. Khadafy dalam teorinya dalam ”buku hijau” mengadopsi sistem kerakyatan dan negeri Libya disebut ”Republik Kerakyatan Libya”.
Komite Rakyat memiliki milisi bersenjata yang diperkirakan berjumlah 10.000 hingga 15.000 personel.
Namun, Komite Rakyat ternyata gagal total meredam aksi unjuk rasa antirezim Khadafy di kota-kota bagian timur, seperti Benghazi, Bayda, dan Tobruk. Bahkan, aksi unjuk rasa pemuda antirezim Khadafy mulai menjalar ke kota-kota bagian barat, seperti Masrata dan Zawiyah, dekat ibu kota Tripoli.
Sempat dipertanyakan, ke mana Komite Rakyat yang telah mendapat berbagai fasilitas dari rezim Khadafy? Dan ada pula yang mengatakan, jatuhnya korban tewas dan luka-luka dalam jumlah besar dari para pemuda pengunjuk rasa akibat tindakan milisi Komite Rakyat yang tidak profesional. Berbagai sumber menyebut, apa yang terjadi di kota Benghazi adalah pembantaian.
Milisi Komite Rakyat dituduh tidak mendapat latihan secukupnya serta kurang mendapat bekal budaya dan pendidikan yang layak dalam menghadapi aksi unjuk rasa.